Photobucket

Rock Photography

Helloween live at Java Rockin'land 2011

Photobucket

Rock Photography

The Brandals @Jakcloth 2012

Photobucket

Rock Photography

Koil at Kaskus Jelajah TKP

Photobucket

Rock Photography

Jono of Gugun Blues Shelter

Photobucket

Rock Photography

Koil at Kaskus Jelajah TKP

Tuesday, 24 April 2012

Inspiring Designer - P.R Brown

Salah satu desain cover album yang membuat saya terkagum-kagum ketika SMA adalah cover Marilyn Manson, album Holy Wood (In the Shadow of the Valley of Death) yang dirilis tahun 2000, album ini saya pinjam dari teman.. :p






Dari segi artistik, cover tersebut merupakan cover terbaik bagi saya saat itu, visualisasinya sangat berbeda dengan cover album band lain yang musiknya sedang nge-trend. Nuansa suram sangat dominan, penuh simbol-simbol yang diinspirasi dari tarot dan ilmu alchemy, dimana setiap member band menggambarkan karakter tertentu yang biasa terdapat dalam kartu tarot dan merefleksikan suatu makna.

Setelah beberapa saat terkagum-kagum, mata saya langsung mencari-cari bagian credit title, karena disitulah biasanya tertera nama-nama yang terlibat dalam pembuatan album termasuk art cover. Lalu saya menemukan sebuah nama, P.R Brown, inilah orang yang paling bertanggung jawab terhadap kegilaan desain cover tersebut. Nama ini kemudian menjadi familiar dalam benak saya untuk art cover bagi scene modern rock dan metal, karena dari sekian banyak album yang saya koleksi, ternyata diantaranya dikerjakan oleh Brown untuk art covernya.

P.R Brown bersama agency desain miliknya, Bauda Design Lab, banyak mengerjakan proyek dalam industri musik, seperti desain cover album, video klip, hingga fotografi. Di awal karirnya, Brown kerap bekerjasama dengan Marilyn Manson untuk berbagai material visualnya. Hingga saat ini, band dan artis yang menjadi kliennya antara lain Papa Roach, Disturbed, Motley Crue, Slipknot, Korn, The Used, Sevendust, dan banyak lagi.

Untuk video klip, Brown menjadi sutradara dengan mengerjakan video untuk Billy Corgan, Evanescence, Seal, Audioslave, Prince, Jack White & Alicia Keys, Slipknot, Sevendust, Matisyahu, Mötley Crüe, Goo Goo Dolls, Static-X. Fotografi yang dikerjakan Brown juga digunakan dalam cover album, seperti album Billy Corgan, Godsmack, dan Marion Raven.


Sedangkan diluar industri musik, Brown mengerjakan iklan TV commercial (TVC) untuk berbagai produk.

Karya-karya Brown memiliki karakteristik dan konsep visual yang kuat. Hampir semua karyanya - khususnya untuk cover album - memiliki sentuhan Grunge Style, dengan kesan dirty look, kasar, penggunaan tekstur, warna minimalis dan suram, namun hasil akhirnya begitu artistik. Ditambah lagi dengan teknik fotografi yang disempurnakan dengan permainan digital imaging yang sangat dominan dalam karyanya. Tentunya desain cover yang dibuat tidak lepas dari pengaruh musik yang ada dalam album itu sendiri.

Dari sekian banyak karya yang telah dihasilkan, beberapa diantaranya merupakan favorit saya, yaitu video klip Sixx A.M berjudul Lies of the beautiful People. Video tersebut menggabungkan slide-slide Photography dan video yang diolah sedemikian rupa sesuai lirik dan musiknya. Video ini seolah ingin  merubah persepsi tentang keindahan itu sendiri menjadi sesuatu yang lain, dengan menampilkan foto-foto berbagai sosok dengan tubuh yang “kurang sempurna” yang dimake-up dan mengenakan kostum aneh, dan dibuat slideshow dan efek noise. Konsep tersebut sepertinya tak lepas dari Nikki Sixx (pentolan & bassist Sixx A.M yang juga bassist Motley Crue) yang juga mendalami dalam fotografi.

Berikut video klipnya:




Sementara untuk desain cover favorit saya dari P.R Brown tentu saja album Marilyn Manson yang saya sebutkan di awal tulisan ini, selain itu album Mechanical Animal dari Marilyn Manson juga menarik, album ini sangat berbeda, desainnya lebih clean dan minimalis dengan latar belakang putih, namun di dalam kenyamanan dan teraturan visual tersebut, tetap saja ada elemen visual yang “menghantam mata”, yaitu foto Manson yang berpenampilan seperti androginy dan sedikit vulgar, dan harus disensor untuk dapat beredar di pasar musik Indonesia.



Sebenarnya saya ingin sekali melakukukan interview secara online dengan Brown agar blog saya lebih eksklusif hehe, namun berhubung keterbatasan waktu maka hanya informasi tersebut yang dapat saya share, mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi desainer lainnya, terutama yang berkutat dengan industri musik. Untuk melihat karya-karya Brown lebih lengkap dapat mengunjungi di websitenya


Saturday, 21 April 2012

My interest in album cover design

Ketika di bangku sekolah dulu, saya belum menyadari benar bahwa beberapa hal yang menjadi passion saya ternyata dapat saling berhubungan satu sama lain. Bahkan setiap kali saya mendengarkan lagu-lagu dari koleksi kaset sambil memandangi cover albumnya, bukan sedang menghafal liriknya, melainkan mengagumi  desain cover album tersebut.

Yap, ini tentang saya, dan ketertarikan saya terhadap desain cover album.

Sejak SMP memang saya sudah mengoleksi kaset-kaset rock, baik band luar maupun lokal. Kaset sebagai benda koleksi tentunya membuat saya menaruh apresiasi yang besar terhadap desain covernya. Cover menjadi  karya seni yang tidak dapat dilepaskan dari musik dalam album tersebut.
Pada usia yang mulai menginjak abg itu, musik merupakan hal baru bagi bagi saya, sedangkan dunia menggambar sudah akrab dengan saya sejak balita, sehingga cover album sering kali menjadi pertimbangan  utama dalam membeli kaset.

Selera saya akan desain juga masih terbilang norak, lebih menyukai cover album penuh warna dengan gambar-gambar ilustrasi yang dominan, permainan teks yang overlap dan terkesan acak, pokoknya.. shocking  visual yang memanjakan mata adalah bentuk visualisasi yang menarik. Maklum, mungkin pengaruh usia yang  belia :p

Beberapa cover album favorit saya ketika SMP diantaranya adalah:
  • Dewa19 album Terbaik-terbaik (1994)




  • Flowers - 17+ (1997)

  • Edane album Borneo (1997)

  • Slank (beberapa album)



Sedangkan untuk album luar, lebih banyak lagi yang menjadi favorit. Diantaranya adalah:

•    Motley Crue album greatest hits, dengan gambar ilustrasi yang sangat menarik untuk saya.





•    Cover album Steve Vai – album Passion and Warfare dan album Fire Garden, dua album tersebut dipenuhi ilustrasi surealis, penuh simbol-simbol aneh - yang belakangan ini baru mengerti ternyata simbol tersebut merupakan simbol illuminati.






•    Rolling Stone album Bridges to Babylone karya Stevan Sagmeister,



•    Prodigy album Fat of The Lamb, dan  banyak lagi.



Art Cover with my style
Ternyata apresiasi saya tidak cukup dengan mengoleksi, bahkan saya membuat cover kaset sendiri. Saat itu memang saya sering membuat rekaman lagu dari kaset lain maupun dari radio. Dengan kaset kosong C-60 atau C-90, saya merekam kompilasi lagu-lagu yang saya suka dari kaset lain yang saya pinjam dari teman atau dari radio, saya merekamnya dengan tape milik ayah yang memiliki 2 deck untuk kaset. Maka jadilah sebuah kaset kompilasi ala Daru haha... Kompilasi tersebut saya buat covernya supaya lebih keren.

Untuk pengerjaannya, karena belum mengenal komputer apalagi Photoshop, maka album kompilasi suka-suka tersebut saya buat secara manual, bahan kertasnya adalah art karton yang saya ambil dari kalender bekas.. haha, gambar dan grafisnya saya buat dengan spidol berbagai warna, termasuk judul-judul lagunya.

Barulah ketika SMA saya mulai sedikit mengenal komputer, maka hobi membuat cover saya buat di komputer. Spek saat itu adalah prosesor Pentium 100Mhz, RAM 164, dan Windows 95.. haha jadul banget gak sih... dan di kompie tersebut memang sudah ada Photoshop versi 5.0, tapi saya belum mengerti cara menggunakannya, tools-nya juga terlalu banyak, entah itu untuk apa saja, sehingga rasanya lebih mudah mendesain dengan Ms.Paint bawaan windows. Dengan tampilan interface yang lebih simpel saya merasa nyaman, karena cuma ada tool Brush, pencil, eraser, select tool, dan type tool. Maka dengan segala kemampuan dan upaya, saya mendesain cover dengan tools yang terbatas tersebut. Hasilnya? untuk sementara cukup lumayan...

Mendesain cover album ternyata menjadi experience yang menyenangkan, saat itulah cita-cita saya ingin  menjadi desainer cover album dan berkecimpung dalam dunia musik seperti Dik Doang dan Dimas Djay. Saya  melihat Dik Doang di TV, selain sebagai penyanyi yang baru mengeluarkan album, dia juga bercerita tentang  pekerjaannya sebagai desainer cover album.

Sedangkan untuk Dimas Djay, memang lebih familiar dikenal sebagai sutradara video klip, belakangan saya
tahu melalui kaset koleksi saya, ternyata Dimas juga mendesain cover album untuk beberapa band. Alasan cita-cita saya diperkuat dengan penampilan mereka yang cuek, bukan seperti pekerja kantoran yang  formal, Dimas yang identik dengan rambut gondrongnya dan t-shirt hitam, Dik Doang dengan gayanya yang  nyantai tapi fun, seolah mereka menikmati pekerjaan dan hdupnya.

Semakin lama, kedekatan emosional antara saya - desain dan musik semakin kuat, cita-cita tersebut terus berdenyut dalam kepala saya, seperti bom waktu yang terus berdetak dan menunggu untuk  meledak.
Bahkan ketika kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual, seringkali saya membuat tugas kuliah yang masih berkaitan dengan musik. Pada Tugas Akhir saya membuat website untuk sebuah band metal Jakarta. Tugas skripsi saya membahas mengenai ilustrasi pada desain cover album.

Music Industry
Gayung bersambut seirama cita-cita saya. Selepas kuliah, saya bekerja di sebuah record label yang sedang berkembang di Jakarta. Tentu saja saya membuat desain cover album untuk berbagai grup musik dan penyanyi. Beberapa artis sudah tenar sebelum albumnya dirilis perusahaan tersebut. Namun sebagian besar adalah pendatang baru di industri musik. Sebagai band pendatang baru, mereka tentu membutuhkan brand dan image yang nantinya akan terus diingat publik, dan disitulah tantangan saya, memberikan brand dan image dalam cover album yang akan dirilis.

Selama di record label, telah belasan cover yang saya buat termasuk merchandise dan media promosi lainnya. Namun saat jurnal ini ditulis, saya telah lama meninggalkan perusahaan tersebut, dan tidak lagi membuat cover album. Namun ketertarikan saya terhadap art cover belum hilang, saya masih membeli CD dari band-band favorit, walaupun tidak semua covernya menarik.

Zaman telah berubah, digitalisasi seperti gelombang kapitalisme baru yang menjajah bentuk fisik yang konservatif.  Saat ini sebagian orang lebih memilih men-download lagu per-lagu ketimbang membeli CD atau kaset, hanya orang-orang tertentu yang memiliki apresiasi yang besar saja yang masih membeli CD. Lalu ketika permintaan karya rekaman fisik mengalami penurunan, bagaimana peran desainer cover album saat ini? Berhubung ini sudah masuk dalam ranah bisnis dan industri, maka saya akan membahasnya dalam postingan saya selanjutnya :D

Sunday, 31 July 2011

HARD-ROCKING JULY

Juli yang menyenangkan, satu bulan penuh dengan pertunjukkan musik berdistorsi keras, dari renyahnya Rock 'N Roll dan Blues hingga gemuruh agresifitas Death Metal yang kejam. Bahkan hingga sekarang saya masih ingat bagaimana rasanya sound yang menghantam telinga dan wajah bertubi-tubi tanpa ampun, teriakan histeria crowd, luapan ekspresi headbangers dengan energi yang meledak-ledak di mosh-pit area, ribuan kepalan tangan dan dua jari di udara seolah menantang langit, sorot efek cahaya dan smoke yang menambah suasana mencekam.. whuoow!!

Terhitung setiap akhir pekan di bulan Juli lalu, Jakarta dibakar dengan panasnya konser-konser besar, dari Jakarta Fair (yang bahkan sudah dimulai dari Juni), Launching album baru Burgerkill, konser PowerSlaves, Hoobastank, Java Rockin'Land, Rockvolution, Histeria Night dan Bekasi Death Fest. Empat Festival musik yg saya sebutkan terakhir bahkan digelar dengan jadwal yang sama! (tentu saja saya harus memilih salah satu, aarggh!) namun saya lebih prefer band bule untuk saya tonton, Helloween, Good Charlotte dan The Datsun adalah prioritas utama :D

Seumur hidup baru kali ini saya rutin setiap minggu berturut-turut (1-2 kali seminggu) selama sebulan menyaksikan konser. DSLR Canon sayalah yang membawa saya menuju arena hingar-bingar konseria. Membidik aksi para musisi yang memainkan instrumen dengan ekspresi liarnya, menangkap moment yang hanya terjadi se-per-sekian detik, membuat bukti nyata bagi eksisnya sebuah band. Maka, bulan juli lalu saya manfaatkan habis-habisan untuk mengejar portfolio fotografi saya, yang kebetulan saya memang interest dengan fotografi dengan tema musik. Beberapa diantara foto-foto tersebut saya publish di facebook. (sedang merencanakan membuat Blog berisi photofolio saya :p)

Saat tulisan ini ditulis, baru saja memasuki tanggal 1 Agustus, dan jika melihat koleksi foto-foto konser bulan lalu, rasanya tidak sabar ingin kembali ke arena konser. Mudah-mudahan event musik - khususnya Rock dan Metal - tetap ramai meski bulan ini merupakan bulan puasa.

Berikut ini adalah beberapa foto yang diambil dalam berbagai konser di bulan Juli. :)

Burgerkill



Eka Annash of THE BRNDLS




Helloween @Java Rockin'Land





Ovy /rif @Java Rockin'Land



Thursday, 28 April 2011

Seni Rupa Klasik dan Pengaruhnya Terhadap Industri Desain Modern

Perkembangan desain modern tidak lepas dari adanya seni rupa masa lampau yang lebih dulu eksis, jauh sebelum para pelaku industri memikirkan strategi marketing dan branding terhadap produknya. Pada eranya, seni rupa klasik khususnya seni lukis memiliki orisinalitas tersendiri baik dari bentuk, gaya, hingga pemikiran tertentu (ide / konsep) berdasarkan pemahaman sang seniman tersebut.

Dalam perkembangannya, karya para maestro tersebut telah menginspirasi industri desain modern hingga dunia hiburan. Sebut saja desain produk, majalah, buku, interface software, hingga industri musik dan film. Inspirasi yang diserap dapat berupa style, warna, maupun bentuk pada sebagian karya tersebut.

Beberapa desain modern yang terinspirasi seni rupa klasik, diantaranya:



THE CREATED OF ADAM (Michelangelo)

Lukisan karya Michelangelo ini menggambarkan penciptaan adam, konsep ini tentunya hanya dalam perspektif pelukis. Dalam lukisan tersebut terlihat titik sentral yang menghubungkan dua sosok (yang dalam konsep tersebut adalah adam dan tuhan), yaitu pada jari yang hampir bersentuhan.

Nokia, salah satu produsen telepon selular besar ini mengambil inspirasi dari lukisan tersebut, dalam slogannya "Connecting people" Nokia menggunakan ilustrasi gambar dua jari yang hampir bersentuhan, sebagai refleksi konektifitas yang menghubungkan satu individu dengan individu lain melalui produknya.


E.T (Extra Terrestial), Film yang disutradarai Steven Spielberg ini bercerita tentang persahabatan anak manusia yang kesepian dengan mahluk luar angkasa ini juga mengambil inspirasi dari lukisan The Created of Adam karya Michaelengelo. Dalam desain posternya menggambarkan dua jari yang hampir bersentuhan, jari si anak manusia dan jari alien.


KARYA LUKIS PIET MONDRIAN


Piet Mondrian merupakan pelukis Belanda yang juga mengembangkan aliran non-representational yang ia sebut sebagai Neo-Plasticism. Di mana dalam lukisannya ia selalu mempertahankan background putih, garis-garis hitam vertical dan horisontal yang tegas, serta hanya menggunakan warna-warna primer seperti merah, kuning, dan biru. Komposisi yang terbentuk dari garis-garis tersebut membentuk bidang-bidang kubistis yang diisi dengan warna-warna primer.

Gaya atau ciri khas karya lukis Mondrian tersebut digunakan dalam desain kemasan produk L'oreal. Bentuknya yang minimalis, clean dan simple dan modern seolah mewakili citra yang ingin ditampilkan L'oreal.



LUKISAN "THE BIRTH OF VENUS" (SANDRO BOTTICELLI)


Lukisan karya Sandro Botticelli berjudul The Birth of Venus ini dibuat tahun 1486. Melukiskan kelahiran dewi Venus, yang muncul dari laut dengan tubuh wanita dewasa yang utuh dan berambut panjang.



Bagi yang telah lama berkutat dalam dunia desain grafis, tentu masih ingat bagaimana tampilan splash screen dari software Adobe Illustrator versi awal (versi pertama hingga versi 10). Tampilan splash screen memperlihatkan gambar close-up wajah dewi Venus berambut panjang, yang diadaptasi dari lukisan Botticelli "The Birth of Venus".

Adobe Illustrator mengadaptasi lukisan tersebut sebagai penunjang produknya, sekaligus menunjukkan keunggulan software Illustrator dalam membuat gradasi yang halus serta garis-garis lengkung yang dinamis.


POP ART ALA ANDY WARHOL



Seniman Amerika Serikat ini merupakan pencetus gerakan Pop Art era 50-an. Karyanya banyak menggunakan icon yang populer di masyarakat waktu itu. Warhol juga kerap menggunakan tehnik sablon (screen painting) dalam karyanya, dengan warna-warni yang kontras yang tidak mungkin dilakukan tehnik fotografi pada era tersebut.

Pengaruh Warhol masih bisa kita lihat hingga saat ini, selain tehnik sablon yang saat ini umum digunakan dalam industri percetakan, gaya artwork Warhol juga mempengaruhi desain produk seperti dalam kemasan minuman berikut.


Dom Perignon, brand Champagne ini sengaja membuat kemasan gaya Warhol dengan siluet botol dan warna-warna mencolok yang kontras, desain produk tersebut memang merupakan tribute untuk Andy Warhol.


EKSPRESI KENGERIAN DALAM “SCREAM” (Edvard Munch)

Industri film tak luput dari pengaruh karya seni rupa masa lampau, bagi penggemar film ber-genre thriller pasti sangat familiar dengan kostum pembunuh berantai dalam film The Scream. Topeng yang dipakai sang pembunuh mengingatkan kita pada lukisan "Scream" karya Edvard Munch. Ekspresi topeng The Scream terlihat seperti wajah berteriak dengan mulut menganga lebar. Begitu pula dengan sosok pria dalam lukisan Munch yang menggambarkan ekspresi orang berteriak karena ketakutan atau trauma.Munch memang dikenal sebagai pelukis ekspresionisme di mana lukisannya cenderung merefleksikan ketakutan, dan kesedihan.


LOGIKA KONTRUKSI M.C ESCHER


Jika kita melihat karya-karya M.C Escher, kita bisa membuktikan betapa mudahnya logika ini dipermainkan. Seperti realita yang tercemar ilusi, semua seolah menjadi rancu, tidak jelas lagi mana atas, mana bawah, mana selatan, mana utara, sadar atau mimpi, tidak jelas.

Permainan logika yang kental dalam karya Escher tersebut, juga dihidupkan dalam film Inception (2010) yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Dalam film tersebut terdapat beberapa adegan yang memperlihatkan efek distorsi persepsi bangun ruang yang janggal yang terjadi dalam alam mimpi yang tidak mungkn terjadi di dunia nyata.

Tentunya masih banyak lagi contoh-contoh karya masa lampau yang menginspirasi industri desain modern saat ini. Jika kamu punya contoh yang lebih menarik tentunya dapat di share di sini, atau jika ada blog dengan tema serupa dapat di-infokan di sini :D

Sunday, 19 July 2009

Great Daru Ver. 03

Autopilot

Breakfast

Estetika dalam cover album The Beatles; Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band

Dalam industry musik, sampul album memiliki posisi tersendiri sebagai salah satu strategi promosi dan daya tarik. Namun dalam seni rupa khususnya desain, peran desain sampul album juga patut diapresiasi sebagai karya seni tersendiri. Seperti dalam sampul album The Beatles, SGT Pepper’s Lonely Heart Club Band, sampul album terlihat sangat mempertimbangkan estetika dengan matang.

Desain sampul album tersebut sangat menarik, tampak personil the Beatles dengan mengenakan kostum sirkus berfoto bersama tokoh-tokoh besar dunia yang sebagian telah meninggal. Diantaranya ada Marilyn Monroe (aktris), Karl Max (filosof, sosialis), Albert Einstein (ilmuwan), Edward Alan poe (penulis), Elvis (musisi rock n roll), Bob Dylan, Marlon Brando (actor), Lewis Carol (penulis), dan banyak lagi. Desain tersebut dibuat oleh Peter Blake yang juga seorang pelukis, desain dikerjakan selama 2 minggu. Sedangkan foto oleh Michael Cooper, semua konsep dibuat atas permintaan Paul McCartney sang gitaris The Beatles.

Album tersebut cukup sensasional mengingat The Beatles telah vakum selama 6 tahun, kemudian muncul dengan konsep album yang unik dan cover yang artistic. Hasilnya desain album tersebut mendapat banyak apresiasi dan penghargaan. Masuk ke urutan ke-16 anugerah Top Fifty Millennium Masterworks (50 Karya Seni Terbaik Abad Ini) versi harian Sunday Times. Sampul yang penuh warna-warni itu juga terpilih sebagai Best Album Cover (Sampul Depan Terbaik) versi Grammy Awards tahun 1967. Selain itu, Sgt Pepper’s juga terpilih di urutan ke-13 Best Arts and Design Masterpiece (Mahakarya Seni dan Desain Abad Ini) menurut survei yang dilakukan oleh stasiun televisi dan radio BBC.

Sampul album SGT Peppers milik The Beatles sangat sesuai dengan teori estetika dari Bernadetto Croce yang mengatakan bahwa seni merupakan kegiatan kejiwaan, berdasarkan intuisi, perasaan dan ekspresi. Apa yang terlihat dalam sampul album tersebut memperlihatkan bagaimana ekspresi yang digambarkan melalui hadirnya tokoh-tokoh imajiner yang berfoto bersama anggota The Beatles. Maka inilah sensasi yang timbul bagi audiens yang melihatnya, suatu pemandangan yang tak lazim dan menimbulkan kekacauan logika.
Paul McCartney dan Peter Blake yang mengusung konsep tersebut hanya ingin menggambarkan rombongan grup band yang sedang karnaval dan berkeliling dari satu kota ke kota lainnya layaknya rombongan sirkus. Namun tak disebutkan kenapa harus menyertakan tokoh-tokoh legenda yang malah sudah meninggal. Dalam hal ini saya berasumsi bahwa McCartney ingin menggambarkan sebuah band besar yang luar biasa, yaitu The Beatles yang suatu saat dapat menjadi legenda dan sejajar dengan tokoh-tokoh besar tersebut.

Croce juga mengungkapkan bahwa keindahan tergantung pada kegiatan imajinasi yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan mengalami hasil kegiatan intuisi dalam bentuknya yang murni. Paul McCartney yang memiliki konsep sampul album tersebut tentu memiliki kekuatan imajinasi yang kuat, serta hasil dari kegiatan intuisif yang melahirkan ide yang orisinil. Ide tersebut kemudian divisualisasikan oleh Peter Blake dalam desain sampul album.

Adaptasi Budaya : Rock - Dangdut Rhoma Irama

Budaya dalam suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh kondisi masyarakatnya dan cenderung untuk terus berubah. Perubahan budaya tersebut dapat terjadi karena faktor-faktor tertentu, seperti kondisi sosio-ekonomi, pendidikan, perpindahan penduduk, teknologi dan sebagainya. Perubahan budaya juga dapat terjadi karena tekanan dan intervensi dari luar (budaya asing) yang kemudian secara perlahan budaya tersebut di ambil. Selain itu kebutuhan masyarakat akan pendidikan juga memaksa mereka untuk mempelajari budaya asing, seperti bahasa inggris yang merupakan bahasa internasional, mereka pada akhirnya bukan hanya mempelajari bahasanya saja melainkan juga budaya keseharian masyarakat barat. Kesadaran masyarakat untuk mempelajari kebudayaan tertentu itu membawa pengaruh besar dalam perubahan budaya di Indonesia

Musik rock yang berasal dari belahan barat telah terlanjur menjadi satu bagian dari budaya Indonesia, namun tetap ada upaya mengembalikan budaya Indonesia ke asalnya yang kerap dilakukan oleh sejumlah musisi local. Dengan memainkan music local namun tetap dapat diterima masyarakat yang telah terbiasa mendengar lagu-lagu asing. Yaitu dengan mencampurkan music barat dengan music Indonesia, seperti mencampurkan rock dengan dangdut, seperti ayng dilakukan Rhoma Irama.

Musik rock yang dipadukan dengan dangdut dipelopori oleh Rhoma Irama bersama grup bandnya yang bernama Soneta pada dekade 1970an. Rhoma mengadaptasi music dari band luar bernama Deep Purple.Karena pada era tersebut Deep Purple sedang sangat digandrungi oleh oleh penggemar rock di Dunia termasuk Indonesia, tak terkecuali Rhoma Irama yang gaya permainan gitarnya banyak terpengaruh gaya Ritchie Blackmore, gitaris Deep Purple. Melalui music rock-dangdut yang diusungnya Rhoma juga mengutamakan nilai-nilai moral didalam lirik lagi-lagunya, untuk mengajak para pemuda kembali ke jalan yang lurus. Hal tersebut dapat menggambarkan bagaimana music rock dapat diapresiasi dan diadaptasi dengan music local seperti dangdut, namun dengan sarat-sarat muatan moral sesuai denan budaya local.

Monday, 29 September 2008

Pengenalan Corel Painter


Corel Painter merupakan salah satu program digital imaging based on handdrawing, dengan kebutuhan yang lebih spesifik yaitu dalam digital painting dan illustasi. Versi terbarunya adalah Corel Painter X

Berbeda dengan photoshop, Painter memiliki keunggulan dalam brush tool, karena brush dalam painter jauh lebih banyak dan variatif. Painter memberikan berbagai brush dengan efek sapuan dan goresan yang natural, seperti pencil, conte, sumi, oils, watercolor, pastel, airbrush, dan banyak lagi. Brush tersebut masih dapat dicustomize sesuai kebutuhan. Selain itu, kita juga dapat memberikan penekanan tektur terhadap image yang kita kerjakan. Tekstur seperti stones, bricks, canvas, dapat diaplikasikan pada lembar kerja (paper), Sehingga hasilnya terlihat benar-benar natural.

Selama ini Photoshop memang dapat diandalkan mengerjakan berbagai artwork 2D, Photobucket termasuk digital painting. Namun bagi saya kurang leluasa jika menggunakan photoshop untuk painting, memang setiap artist punya software andalannya masing masing. Saya pribadi lebih nyaman dengan Painter untuk painting. Menggambar dengan painter memberikan sensasi layaknya menggambar secara manual, hanya mediumnya saja yang digital.

Meskipun Corel Painter dilengkapi berbagai fitur unggulan, tetap saja ada kekurangannya. Setidaknya menurut salah seorang user yang mengatakan beberapa kelemahan Painter yaitu Resolusi yang digunakan minimal 24 bit, sehingga saat kita menggunakan resolusi 16 bit, warna canvas akan berubah hijau dan palet warna akan ngaco, dan menu yang tampil masih terlalu banyak, sehingga akan mengganggu kenyamanan berkreasi. Tapi bagi saya semua masalah itu tidak terlalu mengganggu, karena telah 'terbayar' dengan kelebihan Painter.

Sebuah software imaging, intinya hanyalah seperangkat alat untuk berkreasi. Saya mengibaratkan-nya seperti sebuah box besar dengan berbagai alat2 untuk keperluan berkarya. Dalam box tersebut terdapat kanvas, pewarna dan cat dengan aneka warna dan jenis, acrylic, airbrush, oils, pastels ... berbagai jenis kuas, pen, hingga pencil dan eraser. Banyak pilihan alat yang bisa di gunakan, hanya tinggal di butuhkan keterampilan sang artist untuk membuat artwork yang menarik. Untuk itu sebaiknya dasar-dasar hand drawing paling tidak harus dipelajari juga, seperti tehnik pencahayaan, terang-bayang, gradasi, dan sebagainya, untuk mendapatkan hasil karya yang lebih natural.

Ok... Mungkin itu saja sekedar pengenalan Corel Painter, lebih jauh tentang Corel Painter bisa kamu liat di tags selanjutnya berupa tutorial. Setelah itu kamu bisa pelajari sendiri lebih dalam tentang Painter, mungkin kita bisa bertukar ilmu...

Tuesday, 23 September 2008

Adobe Illustrator CS4


Bagi penggemar vector Graphic, kini ada kemudahan baru yang ditawarkan Adobe (Adobe Systems Incorporated), dengan hadirnya Adobe Illustrator CS4. Maka pekerjaan mendesain menjadi lebih efisien dengan fitur-fitur barunya, baik untuk kebutuhan cetak maupun web design.

Illustrator CS4 terdapat dalam paket Adobe Creative Suite 4 Design Premium. Dalam paket tersebut juga terdapat rilisan terbaru software-software unggulan Adobe, yaitu : In Design CS4, Photoshop CS4 Extended, Illustrator CS4, Flash CS4 Professional, Dreamweaver CS4, Fireworks CS4, Acrobat 9 Pro, Adobe Bridge CS4, Adobe Device Central CS4, Version Cue CS4