Photobucket

Rock Photography

Helloween live at Java Rockin'land 2011

Photobucket

Rock Photography

The Brandals @Jakcloth 2012

Photobucket

Rock Photography

Koil at Kaskus Jelajah TKP

Photobucket

Rock Photography

Jono of Gugun Blues Shelter

Photobucket

Rock Photography

Koil at Kaskus Jelajah TKP

Showing posts with label fotografi. Show all posts
Showing posts with label fotografi. Show all posts

Monday, 30 December 2013

Great Daru on Flickr

Sebenernya udah lama pengen bikin akun Flickr atau online portfolio dari foto-foto konser yang pernah saya datangi. Tapi karena foto-foto saya belum terlalu banyak, dan belum sebagus foto karya stage fotographer lainnya maka saya tunda dulu niat itu.

Pada november 2013 saya mengikuti workshop fotografi Stage Shooter Day yang diadakan komunitas Stage ID, SAE Institute dan Yahoo! Indonesia yang menaungi Flickr. Workshop tersebut selain menambah ilmu soal motret konser juga dijelaskan mengenai pentingnya membuat portfolio online yang bisa dilihat dan diapresiasi banyak orang, tentunya melalui Flickr. Pihak dari Yahoo! Indonesia menerangkan berbagai macam keunggulan dari Flickr, termasuk space yang disediakan untuk satu user sebesar 1 Terabyte.. free!! Woow..  Nahhh.. dari situlah saya mulai mantab dan percaya diri buat buat majang foto-foto konser saya di flickr.

Akhirnya pada 27 desember 2013, saya sign up akun Flickr, dengan agak deg-degan saya isi form di situs tersebut satu kolom demi satu kolom hingga finish, dan jadilah akun baru dengan link www.flickr.com/photos/greatdaru Hahaa.. Mantab, Inilah langkah kecil untuk menjajaki dunia yang lebih luas bernama Stage Photography, satu-satunya cabang fotografi yang bikin darah saya mendidih :D

Satelah akun jadi, saya upload beberapa foto dari tahun 2011 yang udah saya resize resolusinya dan dikasih watermark. Sementara foto lainnya harus disortir dulu, dipilih yang keren-keren biar gak terlalu malu-maluin hehehe. Setelah disortir kemudian diedit sedikit warnanya (bisa dijadiin black & white atau warna-warna ala instagram), diatur brightnes-contastnya, dan tentunya dikasih watermark. Foto yang akan di-upload dari tahun 2011 sampai 2013 jumlahnya duaratus-an, tentunya makan waktu untuk ngedit dan ngasih watermark.. fiuhh..

Setelah semua foto diupload, saya baru pede buat follow user Flickr lain yang sebagian besar dari group Stage ID di Flickr dan Facebook. Kenapa bukan dari awal aja follow mereka? Karena ketika mereka akan follow balik tentunya mereka akan lihat profil dan photostream saya, makanya saya upload foto yang banyak baru kemudian follow user lain hehehe

Memang menarik ketemu orang dengan passion yang sama di bidang ini, bisa melihat karakter fotonya dan mempelajari gimana mereka menghasilkan foto keren, juga bisa mengetahui tipe kamera dan setingan yang dipake hingga gambar yang dihasilkan dari senjatanya tersebut. Yang tidak kalah menarik adalah ketika saling mengapresiasi karya yang satu dengan yang lain melalui komentar dan tombol favorite, Flickr memberikan fasilitas tersebut.

Hingga saat ini sudah 222 foto yang saya upload, dan akan terus bertambah sejalan dengan maraknya event musik di Indonesia, dan mudah-mudahan saya mendapat kesempatan nonton konser diluar negeri, supaya koleksi foto konser saya lebih outstanding! :D 




Untuk melihat foto-foto saya lebih lengkap silahkan ke galeri Flickr saya di  www.flickr.com/photos/greatdaru

Monday, 10 December 2012

The Brandals at Jakcloth 2012


Hampir saja tertinggal menyaksikan The Brandals ketika baru saja tiba di depan panggung Dazzel and Angel di Jakcloth 2012 kemarin, karena terlalu sibuk mengelilingi berbagai booth di sana. Sekitar lewat pukul setengah delapan malam, sayapun harus meninggalkan si Alfan teman lama saya (yang lagi sibuk milih-milih kemeja) untuk segera menuju panggung DnA menyaksikan The Brandals. 

Ternyata sesampainya di depan panggung, mereka sudah selesai membawakan beberapa lagu, masih tersisa 20menit-an, belum terlalu terlambat pikir saya. 

Sembari mengeluarkan kamera dari tas, saya memperhatikan keadaan panggung. Meskipun panggung tersebut tidak dilengkapi backscreen, namun desain backdrop-nya sangat keren, yang tentunya merupakan branding dari brand Dazzel and Angel. 

Tata lampu minim di bagian depan, sehingga wajah dari pemain band tidak terlalu jelas. Persoalan lighting seperti ini merupakan salah satu tantangan dalam setiap foto konser, bagaimana menghasilkan gambar menarik dengan lampu minim. Jika dulu saya selalu mengeluh dan jengkel jika menghadapi kendala seperti ini, namun sekarang saya mencoba lebih fokus menghasilkan gambar yang bagus dibanding "ngedumel". Toh ini bukan foto produk yang semua setingannya udah diatur, ini stage photograpy dimana banyak hal-hal tak terduga, si fotograferlah yang harus siap dengan keadaan apapun.

Kali ini saya memutuskan hanya menggunakan lensa fix (18-55) saja, karena jarak panggung tidak terlalu jauh. Sayapun maju ke depan mendekati panggung, mencari spot yang pas. Melihat bagian tengah penonton tampak agak lengang saya jadi curiga... dan ternyata benar saja, ketika lagu berikutnya mulai dimainkan, beberapa penonton membuat lingkaran dan berputar secara chaos.. hahaha moshpit area, pantas saja tadi agak lengang.

Kembali ke teknis, untuk mengatasi lampu panggung yang cenderung gelap, saya menggunakan ISO 800 meskipun itupun tidak cukup, tapi jika saya naikkan ke 1600 konseuensinya akan timbul noise. F-stop lensa saya cuma mentok di angka f4, kurang lebar untuk menangkap cahaya dalam kondisi tersebut. Sedangkan jika menaikkan Shutterspeed gambarnya dapat lebih terang tapi sudah pasti nge-blur. Saya bertahan di angka 1/40 hingga 1/80, karena jika dikurangi bisa jadi gelap, kalau ditambah bisa jadi terang tapi hasilnya blur gila-gilaan... aaaaa serba salah.

Pantang menyerah, saya menunggu momen yang tepat, memprediksi arah cahaya panggung dan aksi anggota The Brandals. Ternyata cahaya minim juga bisa menghasilkan gambar keren, tinggal mengikuti suasana panggung saja, bentuk-bentuk siluet juga bisa dimainkan... bahkan terlihat lebih mencekam!

Hasil gambarnya agar lebih oke, saya retouch lagi di Photoshop, baik warna, saturasi, dan ketajaman gambarnya. Karena saya ini basic-nya desainer, tentunya lebih mahir ngedit daripada motret.. hehehe..









Thursday, 6 December 2012

Live Performance at Kaskus Jelajah TKP

Hari ke dua Kaskus Jelajah TKP, saya datang sekitar pukul 14.00. Seperti biasa setiba di lokasi acara yang saya lakukan pertama kali adalah memantau panggung, memperkirakan spot yang asik buat motret panggung ketika band perform nanti, dan tentunya nyeting kamera. 

Ada tiga panggung dengan kondisi berbeda. Welcome Stage, berada tidak jauh setelah pintu masuk acara, panggung itu cukup kecil dengan tata lampu yang minim. Kaskus Stage, merupakan panggung utama yang terletak di Plaza Barat, area untuk penonton cukup luas dan tentunya sangat leluasa untuk mengambil gambar dari angle manapun. Indoor Stage, berada di Tennis Indoor yang tentunya keadaannya jauh berbeda dengan 2 panggung outdoor. Tata lampu dan backscreen  tampaknya lebih memukau di panggung tersebut, dan tentunya di lengkapi AC, lumayan buat ngadem sejenak.

Oke..  Masih ada waktu beberapa menit sebelum The Experience Brother main di panggung utama. Saya ke booth F&B terlebih dahulu buat nukerin kupon gratis Coca-Cola, lumayan bikin segar mengingat cuacanya terik. 

Sebenarnya rencananya saya mau mengikuti workshop Stage ID (komunitas fotografi konser), tapi pas sampai sana ternyata acaranya sudah selesai.. argh!  Padahal forumnya di kaskus lumayan rame, pengen banget dapetin ilmu baru kalo aja sempat liat workshopnya, tapi ya sudahlah, karena memang baru tau jadwal acara pas sampe lokasi haha..

The Experience Brother
Sekitar pukul 15.00, The Experience Brother (TEB) menggeber panggung utama Kaskus Stage, duo gitar-drum ini memainkan lagu-lagu dari 2 album mereka yang kental dengan blues dan rock n’ roll. Tidak terlalu banyak penonton yang ada di depan panggung, kebanyakan hanya nonton dari pinggir area sambil duduk-duduk. Sayapun cukup leluasa jeprat-jepret band ini, pindah-pindah angle, dari kanan, dari kiri, maju, mundur. Karena hanya ada 2 personil di band itu, rasanya kurang mantab rasanya jika motret dengan wideshoot, panggung jadi terlihat terlalu kosong,  jadi saya pakai lensa 70-300mm agar bisa motret band tersebut secara individual. Meskipun cenderung fokus ke gitarisnya hehe..






Selesai dengan TEB, lanjut ke Indoor Stage, di atas panggung sudah ada Neurotic – Jmono Music. Kecuali drummernya yang sangat familiar, saya benar-benar gak kenal band ini, yang saya tau cuma Enno Gitara yang ada di balik drum. Saya pun cukup mengambil gambar sekedarnya.  

Kemudian di panggung yang sama, Pure Saturday menyapa penonton yang sudah lama menunggu. Mereka  memainkan lagu-lagu andalannya diiringi sing-along penonton yang benar-benar fans band ini sejak lama. Maklum band alternatif pop 90-an ini memang jarang-jarang tampil saat ini, sehingga konser mereka saat itu menjadi momen mengenang kejayaan era 90-an. Saya sendiri bukan fans Pure Saturday, hanya mengenal beberapa lagunya dan cukup menikmati penampilan mereka.

JKT48
Keluar dari Indoor Stage, meluncur ke panggung utama, dan ternyata diluar sana sudah ramai dengan cowok-cowok abg nanggung dengan t-shirt merah bertuliskan JKT48, wuooow... Idol group yang satu ini juga paling ditunggu di acara tersebut, terlihat dari depan panggung hingga sisi pinggir area jalan sudah dipenuhi penonton yang sudah stand-by menunggu JKT48, padahal baru sekitar pukul 16. 35. Sedangkan menurut rundown mereka akan perform pukul 17.00! masih setengah jam lagi tapi saya sudah susah cari spot buat motret, jangankan buat nonton, buat jalan saja sudah susah!! Hahaha...

Waktu semakin dekat, di panggung tampak microphone milik member JKT48 mulai disiapkan oleh kru, penonton semakin gak sabar, mereka tahu jika mick mulai disiapkan, waktu perform semakin dekat. Benar saja.. mulai terdengar opening-voice yang biasa terdengar sesaat sebelum mereka memasuki stage.  Penonton ikut meneriakkan “JKT48” sambil mengacung-acungkan stick-light warna-warni. Tak lama kemudian Member JKT48 satu-persatu memasuki stage, menghampiri mick-nya masing-masing. Dan... ahh itu dia.. Melody, berdiri paling depan dan langsung membuka hitungan “one-two-three-four!!” seketika itu juga Heavy Rotation menggetarkan bagian Barat Senayan!!

Saya, cukup jauh dari panggung dan harus berdiri di pijakan batas jalan untuk dapat melihat mereka lebih jelas. Tapi entah kenapa perasaan saya jadi tidak menentu ketika melihat Melodi hahaha...  entah terlalu excited atau grogi atau entah kenapa, jadi gak fokus.  Gadis itu memang terlihat lebih cuuantik jika dilihat dengan mata kepala langsung, dan auranya... hahhh.. *gak bisa nulis lagi*

Berusaha tetap tenang, pasang lensa zoom untuk dapat “menjangkau” Melodi dan member lainnya. Untunglah saya sudah hampir hafal lagu dan gerakan dance-nya, sehingga memudahkan saya untuk menangkap gambar. Mempelajari performance mereka maupun band lainnya sangat penting untuk tahu kapan mereka akan mengeluarkan gerakan-gerakan cepat, ekspresi unik, dan kapan mereka cenderung diam, sehingga sang fotgrafer pun siap.

Empat lagu dibawakan JKT48, Heavy Rotation, Baby Baby Baby, Ponytail to Shushu, dan lagu terbaru Gomen no, Summer. Performance mereka cukup menarik & enerjik, dengan kostum berhiaskan glitter yang membentuk pola bendera Inggris, dan rok mini serta sepatu boots.  Walaupun target utama saya adalah Melodi, Sonya, Nabilah, tapi posisi saya tidak memungkinkan untuk mengambil semua personil secara jelas. Saya bahkan harus memaksimalkan vocal-lenght lensa ke 300mm pol haha.. ya segitu jauhnya posisi saya ke panggung, malahan sesekali saya menikmati penampilan mereka melalui view-finder agar lebih jelas,  seperti melihat dengan teropong :p 





Gribs
Break magrib hingga setengah tujuh, kemudian saya mempersiapkan diri di dekat Welcome Stage, menunggu Gribs. Saya menyayangkan pertunjukkan mereka yang ditempatkan di panggung sekecil itu, dengan tata lampu yang minim pula. Padahal performance mereka sangat eksentrik namun tidak didukung dengan tata panggung yang memukau. Mesikipun begitu, Gribs tetap tampil maksimal menghajar dengan lagu-lagu jagoannya dan konsisten dengan attitudenya, Rocks!!!






Koil
Beranjak malam, Koil membawa suasana suram di Indoor Stage!! Beberapa lagu pamungkas dengan balutan Gothic-Rock digeber malam itu, Apa yang Kita Percaya, Kenyataan dalam Dunia Fantasi, Aku Lupa Aku Luka. Koil merupakan band yang sangat fotogenic menurut saya, dari wardrobe, set panggung, back-screen, semuanya sesuai dengan konsep musiknya. 





Gugun Blues Shelter
Ini band yang terahir saya saksikan dalam Jelajah TKP saat itu. Secara visual band ini tidak terlalu istimewa, kecuali bassis-nya yang bule. Tapi musiknya... wuihh sedaapp banget!!! Saya merasa ada chemistri antara saya dan musik yang mereka mainkan, sehingga hasil fotonya cukup bagus hehe.. 




Sunday, 31 July 2011

HARD-ROCKING JULY

Juli yang menyenangkan, satu bulan penuh dengan pertunjukkan musik berdistorsi keras, dari renyahnya Rock 'N Roll dan Blues hingga gemuruh agresifitas Death Metal yang kejam. Bahkan hingga sekarang saya masih ingat bagaimana rasanya sound yang menghantam telinga dan wajah bertubi-tubi tanpa ampun, teriakan histeria crowd, luapan ekspresi headbangers dengan energi yang meledak-ledak di mosh-pit area, ribuan kepalan tangan dan dua jari di udara seolah menantang langit, sorot efek cahaya dan smoke yang menambah suasana mencekam.. whuoow!!

Terhitung setiap akhir pekan di bulan Juli lalu, Jakarta dibakar dengan panasnya konser-konser besar, dari Jakarta Fair (yang bahkan sudah dimulai dari Juni), Launching album baru Burgerkill, konser PowerSlaves, Hoobastank, Java Rockin'Land, Rockvolution, Histeria Night dan Bekasi Death Fest. Empat Festival musik yg saya sebutkan terakhir bahkan digelar dengan jadwal yang sama! (tentu saja saya harus memilih salah satu, aarggh!) namun saya lebih prefer band bule untuk saya tonton, Helloween, Good Charlotte dan The Datsun adalah prioritas utama :D

Seumur hidup baru kali ini saya rutin setiap minggu berturut-turut (1-2 kali seminggu) selama sebulan menyaksikan konser. DSLR Canon sayalah yang membawa saya menuju arena hingar-bingar konseria. Membidik aksi para musisi yang memainkan instrumen dengan ekspresi liarnya, menangkap moment yang hanya terjadi se-per-sekian detik, membuat bukti nyata bagi eksisnya sebuah band. Maka, bulan juli lalu saya manfaatkan habis-habisan untuk mengejar portfolio fotografi saya, yang kebetulan saya memang interest dengan fotografi dengan tema musik. Beberapa diantara foto-foto tersebut saya publish di facebook. (sedang merencanakan membuat Blog berisi photofolio saya :p)

Saat tulisan ini ditulis, baru saja memasuki tanggal 1 Agustus, dan jika melihat koleksi foto-foto konser bulan lalu, rasanya tidak sabar ingin kembali ke arena konser. Mudah-mudahan event musik - khususnya Rock dan Metal - tetap ramai meski bulan ini merupakan bulan puasa.

Berikut ini adalah beberapa foto yang diambil dalam berbagai konser di bulan Juli. :)

Burgerkill



Eka Annash of THE BRNDLS




Helloween @Java Rockin'Land





Ovy /rif @Java Rockin'Land